Semenjak pandemi, semua masyarakat dituntut meski siap menghadapi berbagai hal. Termasuk model pembelajaran yang berubah. Menghadapi hal tersebut, Kemendikbud memberikan kuota belajar Kemendikbud kepada para siswa, mahasiswa, hingga tenaga pengajar.

Dan yang sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat adalah, kebijakan mengenai bantuan kuota tersebut.  Masih cukup ramai juga yang bertanya-tanya terkait dengan kegunaan kuota yang diberikan.

Hal ini karena beredar informasi, bahwa kuota tersebut tidak bisa digunakan untuk segala hal yang berbau internet. Kok bisa?

Ya, karena memang, ada aplikasi-aplikasi yang sengaja diblokir. Adapun tujuannya adalah untuk membuat para pelajar tetap fokus untuk belajar. Sebagaimana namanya. Jadi, kuota belajar Kemdikbud ini tidak dapat digunakan semena-mena, alias tidak bisa sembarangan.

Platform yang tidak bisa diakses lewat kuota belajar kemendikbud

Sebagaimana namanya, kuota ini diperuntukkan bagi para siswa dan mahasiswa agar tetap bisa belajar dari rumah dalam kondisi yang masih pandemi. Tentu, program ini mendapatkan sambutan hangat dari berbagai pihak.

Khususnya bagi masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Yang mendapatkan bantuan kuota meliputi seluruh jenjang pendidikan.  Termasuk dosen, guru, dan peserta didik.

Hal ini mengingat, bahwa proses pembelajaran meski tetap berlangsung meski di tengah pandemi.  Oleh karena itu, seluruh kalangan membutuhkannya. Program ini masih berlangsung.

Bagi peserta didik yang masih jenjang PAUD, maka memperoleh kuota sebesar 7 GB. Sementara SD dan juga menengah mendapatkan bantuan sebesar 10 GB. Kalau untuk guru PAUD, mendapatkan kuota 12 GB. Untuk dosen dengan mahasiswa mendapatkan 15 GB.

Kuota ini akan diperoleh setiap bulannya. Jika kita perhatikan, kuota belajar Kemdikbud ini memungkinkan Anda untuk mengakses banyak aplikasi.

Hanya saja, terdapat beberapa platform media sosia, aplikasi video, dan juga game yang tidak bisa Anda akses. Berikut adalah beberapa aplikasi yang tidak bisa Anda akses menggunakan kuota belajar Kemendikbud.

Bigolive

Pernah mendengar nama aplikasi ini? Mungkin, banyak di antara Anda yang tahu aplikasi ini ya. Yang mana, aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang sangat ramai penggunanya.

Agar kuota belajar benar-benar maksimal atau optimal, pihak pemerintah membuat aturan, bahwa aplikasi ini merupakan salah satu aplikasi yang tidak bisa Anda akses menggunakan kuota belajar. Apalagi, Bigo Live ini notabene adalah aplikasi hiburan, bukan edukasi.

Facebook

Adapun aplikasi lainnya adalah Facebook. Meskipun termasuk ke dalam aplikasi jadul, namun siapa sangka, bahwa aplikasi ini masih tetap populer hingga saat ini. Jumlah penggunanya juga masih banyak.

Tentu, kebijakan pemerintah untuk membuat kuota belajar Kemendikbud tidak bisa mengakses platform media sosial ini merupakan tindakan yang bijak.

Karena jika kuota tersebut tetap bisa siswa gunakan untuk menggunakan medsos, bukan tidak mungkin para siswa dan mahasiswa menggunakannya untuk online secara terus menerus.

Snack Video

Aplikasi lainnya adalah Snack Video. Aplikasi yang sempat booming ini juga tidak dapat Anda akses menggunakan kuota belajar Kemendikbud. Hal ini karena ia merupakan aplikasi hiburan. Bahkan, bentuknya juga tidak berbeda jauh dengan aplikasi Snake Video.

Selain ketiga aplikasi di atas, masih banyak aplikasi lainnya. Seperti, Badoo, Instagram, Periscope, Snapchat, Pinterest, Tumblr, Clash of Clans, Candy Crush, Garena Free Fire, Tinder, Clash of Kings. Crisis Action, Clash Royale, 8 Ball Pool, Garena, Netflix, dan QQVideo, dan lain sebagainya.

Demikian seputar kuota belajar Kemendikbud yang meski Anda perhatikan. Semoga bermanfaat.